Disampaikan di Mega Mendung, 05 Oktober 2013
A.
KEORGANISASIAN
1. DEFINISI
Definisi organisasi Menurut Para Ahli ;
a.
George
R. Terry
Pengorganisasian
adalah membangun hubungan perilaku yang efektif antara orang-orang sehingga
mereka dapat bekerja sama secara efisien dan dapat menghasilkan kepuasan
pribadi dalam melakukan tugas-tugas yang dipilih di bawah kondisi lingkungan
yang diberikan untuk mencapai beberapa tujuan yang objektif.
b.
Louis
A. Allen
Kita dapat
mendefinisikan Organisasi sebagai proses mengidentifikasi dan hubungan
pengelompokan pekerjaan yang harus dilakukan, mendefinisikan dan mendelegasikan
tanggung jawab dan wewenang, dan membangun tujuan yang memungkinkan orang untuk
bekerja bersama-sama secara efektif dalam mencapai tujuan.
c.
James
D. Mooney
Organisasi
adalah bentuk setiap asosiasi manusia untuk mencapaian tujuan bersama.
d.
Menurut
Pemateri (Rahmat Al Kafi)
Organisasi
adalah sebuah wadah tempat berhimpun dan berkumpulnya manusia – manusia yang
punya rasa yang sama (nasib, darah, hobby, kegemaran, ideology, dll.) yang
kemudian berproses untuk mencapai tujuan yang di sepakati secara organisasi
atau individu.
2.
TUJUAN
Tujuan
organisasi akan di atur sesuai dengan bidang gerak organisasi tersebut, di lain
hal yang perlu di pahami adalah apa tujuan individu dalam berorganisasi atau
mengikuti sebuah organisasi. Tujuan umumnya antara lain;
a.
ingin
mengembangkan diri.
b.
Karena
sesuai dengan hobby atau kegemaran.
c.
Sama
dengan ideologi atau pemahaman yang di bawa.
d.
Ingin
punya banyak teman/jaringan luas.
e.
Ingin
menjadi orang terkenal. (bagus citranya)
f.
Ingin
melanjutkan perjuangan orang – orang sebelumnya (teman, saudara, orang tua
dll.)
g.
Ingin
punya banyak ilmu (menguasai) (sesuai dengan organisasi yang di ikuti).
h.
Gengsi
diri.
i.
Ikut
ajakan teman.
j.
Coba
– coba.
k.
Dan
banyak lagi (renungkan sendiri).
3.
FUNGSI
Dalam mencapai
maksud dan tujuan organisasi, ada 4 (empat) fungsi organisasi yang sangat perlu
diperhatikan, berkaitan dengan manajemen organisasi, yakni:
a.
Planning
(perencanaan)
Hal yang
berkaitan dengan perencanaan dalam organisasi diantaranya adalah rencana
-rencana yang coba disusun oleh pengelola organisasi, seperti rencana kerja
atau kegiatan serta anggaran yang diperlukan, teknis pelaksanaannya dapat di
sepakati melalui rapat -rapat.
b.
Organizing
(pengaturan)
Dalam hal
pengaturan, unsur yang perlu diperhatikan & diwujudkan adalah :
- Struktur
Organisasi yang mampu menunjukkan bagaimana hubungan (relationship) kerja
antara organisasi/bagian/seksi yang satu dengan yang lain.
- Job
Description (Deskripsi Kerja) yang mampu menjelaskan tugas masing-masing
bagian/seksi
- Bentuk
Koordinasi antar bagian dalam organisasi (misal. Rapat Koordinasi antar bagian,
Rapat Pengurus, Rapat Anggota, dll)
- Arsip
& Inventaris Organisasi (administrasi organisasi) Harus diatur, didata dan
ditata dengan baik. seperti surat masuk, surat keluar, laporan - laporan,
proposal keluar, data anggota, dokumentasi kegiatan, AD/ART, GBHK, Absensi, hasil
- hasil rapat, inventaris yang dimiliki, sirkulasi inventaris, buku sirkulasi
keuangan dll.
c.
Actuating
(Menggerakkan)
Menggerakkan
(actuating) menurut Tery berarti merangsang anggota-anggota kelompok
melaksanakan tugas-tugas dengan antusias dankemauan yang baik. Menurut Keith
Davis, actuating adalah kemampuan membujuk orang-orang mencapai tujuan-tujuan
yang telah ditetapkan dengan penuh semangat. Wujud kongkritnya adalah :
-
Menggerakkan
Anggota untuk konsisten dalam menjalankan rencana-rencana organisasi
-
Realisasi
Program Kerja yang telah disepakati bersama
d.
Controling
(pengawasan)
Tugas
organisasi ataupun pimpinan/Pengurus organisasi yang tidak boleh terlewatkan
adalah melakukan pengawasan terhadap aktifitas organisasi ataupun realisasi
kegiatan serta penggunaan anggaran. Pengawasan disini juga dimaksudkan
pengawasan terhadap kondisi personal anggota. (sikap, perilaku, Konflik dll.)
4.
SYARAT
Empat syarat
hidup organisasi:
-
Eksistensi.
(Harus eksis)
-
Adaktif.
(Mampu beradaptasi dengan lingkungan atau zaman)
-
Survive.
(Bertahan hidup/menahan intervensi dari luar)
-
Dinamik.
(Mampu berkembang dan berinovasi).
B.
KEPEMIMPINAN
1.
DEFINISI
KEPEMIMPINAN
Ada beberapa
definisi/pengertian kepemimpinan, antara lain:
a.
Tannebaum,
Weschler and Nassarik
Kepemimpinan adalah pengaruh antar
pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk
mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu.
b.
Shared
Goal, Hemhiel & Coons
Kepemimpinan adalah sikap pribadi, yang
memimpin pelaksanaan aktivitas untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
c.
Rauch
& Behling
Kepemimpinan adalah suatu proses yang
mempengaruhi aktifitas kelompok yang diatur untuk mencapai tujuan bersama.
2.
PENGERTIAN
PEMIMPIN
Pemimpin adalah pelaku utama sebuah
proses organisasi. Sebuah organisasi memiliki pemimpin, entah ketua umum, ketua
bidang/seksi dll. Kepemimpinan hanya dapat diterapkan oleh seorang pemimpin.
Seorang pemimpin adalah seseorang yang mempunyai keahlian memimpin, mempunyai
pengaruh.
3.
TUGAS DAN PERAN
PEMIMPIN
Menurut James A.F Stonen, tugas utama
seorang pemimpin adalah:
a.
Pemimpin
bekerja dengan orang lain
Seorang pemimpin bertanggung jawab untuk
bekerja dengan orang lain, salah satu dengan atasannya, staf, teman sekerja
atau atasan lain dalam organisasi sebaik orang diluar organisasi.
b.
Pemimpin
adalah tanggung jawab dan mempertanggungjawabkan (akuntabilitas).
Seorang pemimpin bertanggungjawab untuk
menyusun tugas menjalankan tugas, mengadakan evaluasi, untuk mencapai outcome
yang terbaik. Pemimpin bertanggung jawab untuk kesuksesan stafnya tanpa
kegagalan.
c.
Pemimpin
menyeimbangkan pencapaian tujuan dan prioritas
Proses kepemimpinan dibatasi sumber,
jadi pemimpin harus dapat menyusun tugas dengan mendahulukan prioritas. Dalam
upaya pencapaian tujuan pemimpin harus dapat mendelegasikan tugas-tugasnya
kepada staf. Kemudian pemimpin harus dapat mengatur waktu secara efektif,dan
menyelesaikan masalah secara efektif.
d.
Pemimpin
harus berpikir secara analitis dan konseptual
Seorang pemimpin harus menjadi seorang
pemikir yang analitis dan konseptual. Selanjutnya dapat mengidentifikasi
masalah dengan akurat. Pemimpin harus dapat menguraikan seluruh pekerjaan
menjadi lebih jelas dan kaitannya dengan pekerjaan lain.
e.
Pemimpin
adalah seorang mediator
Konflik selalu terjadi pada setiap tim
dan organisasi. Oleh karena itu, pemimpin harus dapat menjadi seorang mediator
(penengah).
f.
Pemimpin
adalah politisi dan diplomat
Seorang pemimpin harus mampu mengajak
dan melakukan kompromi. Sebagai seorang diplomat, seorang pemimpin harus dapat
mewakili tim atau organisasinya.
g.
Pemimpin
membuat keputusan yang sulit
Seorang pemimpin harus dapat memecahkan
masalah.
Menurut Henry Mintzberg, Peran Pemimpin
adalah :
a. Peran
hubungan antar perorangan, dalam kasus ini fungsinya sebagai pemimpin yang
dicontoh, pembangun tim, pelatih, direktur, mentor konsultasi.
b. Fungsi
Peran informal sebagai monitor, penyebar informasi dan juru bicara.
c. Peran
Pembuat keputusan, berfungsi sebagai pengusaha, penanganan gangguan, sumber
alokasi, dan negosiator
4.
PRINSIP –
PRINSIP DASAR KEPEMIMPINAN
Sebelum lebih
jauh menjelaskan tentang prinsip – prinsip kepemimpinan, perlu dipahami adalah
apa yang disebut dengan prinsip. Menurut Stephen R. Covey (1997), Prinsip
adalah bagian dari suatu kondisi, realisasi dan konsekuensi. Mungkin prinsip menciptakan
kepercayaan dan berjalan sebagai sebuah kompas/petunjuk yang tidak dapat
dirubah. Prinsip merupakan suatu pusat atau sumber utama sistem pendukung
kehidupan yang ditampilkan dengan 4 dimensi seperti; keselamatan, bimbingan,
sikap yang bijaksana, dan kekuatan. Karakteristik seorang pemimpin didasarkan
kepada prinsip-prinsip (Stephen R. Coney) sebagai berikut:
·
Seorang
yang belajar seumur hidup
·
Berorientasi
pada pelayanan
·
Membawa
energi yang positif
Seorang pemimpin harus dapat menunjukkan
energi yang positif, seperti ;
a.
Percaya
pada orang lain
b.
Keseimbangan
dalam kehidupan
c.
Melihat
kehidupan sebagai tantangan
d.
Sinergi
(kerja kelompok)
e.
Latihan
mengembangkan diri sendiri
diperlukan
materi; (8) pemahaman baru; dan (9) kembali menjadi diri sendiri lagi.
Menjadi pemimpin yang berprinsip dalam
organisasi dibutuhkan sebuah pengalaman, karena seorang pemimpin tidak mungkin
ketika lahir dari rahim ibunya langsung menjadi pemimpin yang berprinsip, pasti
akan di perlukan proses pembelajaran dalam menjalani kehidupan. Teori – teori
diatas bukan satu pedoman yang mesti di pakai dalam menggambarkan pemimpin dan
kepemimpinan, karena ilmu pengetahuan akan terus berkembang yang kemudian akan
menghasilkan perubahan –perubahan, atau juga akan di sesuaikan dengan kondisi dan
realitas dimana tempat seseorang menjadi pemimpin.
Sebab-sebab munculnya pemimpin
1.
Teori
genetis : Teori ini menyatakan bahwa pemimpin itu sudah ada bakat sejak lahir
dan tidak dapat dibuat-buat, dia memang sudah ditakdirkan untuk menjadi
pemimpin. Teori ini menganut pandangan deterministis (pandangan yang sudah
ditentukan sejak dulu)
2.
Teori
social : Teori ini menyatakan bahwa seorang pemimpin tidak dilahirkan akan
tetapi seorang calon pemimpin dapat disiapkan, dididik, dan di bentuk agar dia
menjadi pemimpin yang hebat dikemudian hari, setiap orang bisa menjadi pemimpin
melalui pendidikan dan dorongan berbagai pihak
3.
Teori
ekologis atau sintesis : Teori ini menyatakan bahwa seseorang akan sukses
menjadi pemimpin apabila dia memang memiliki bakat-bakat pemimpin, kemudian
bakat ini dikembangkan melalui pendidikan dorongan dan pengalaman yang akan
membentuk pribadi sebagai seorang pemimpin.
Sifat-sifat pemimpin
1.
Energy
jasmaniah dan mental
Seorang pemimpin memiliki daya tahan,
keuletan, kekuatan yang luar biasa seperti tidak akan pernah habis, demikian
juga dengan semangat dan motivasi kerja, disiplin, kesabaran dan daya tahan
batin kemauan yang luar biasa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi
2.
Kesadaran
akan tujuan dan arah
Memiliki keyakinan yang teguh akan
kebenaran dan kegunaan dalam mencapai tujuan yang terarah
3.
Antusiasme
Dia yakin bahwa tujuan yang hendak
dicapai akan memberikan harapan sukses dan membangkitkan semangat optimisme
dalam bekerja
4.
Keramahan
dan kecintaan
Sifat ramah memiliki kebaikan dalam mempengaruhi
orang lain sehingga menimbulkan kasih sayag, simpati yang tulus, di ikuti
dengan kesediaan berkorban untuk mencapai kesuksesan
5.
Integritas
Seorang pemimpin memiliki perasaan
sejiwa dan senasib, integritas pribadi dan keluarga pemimpin menjadi tauladan
6.
Penguasaan
taknis
Agar pemimpin mempunyai wibawa terhadap
bawahan maka dia harus menguasai sesuatu pengetahuan atau keterampilan teknis
7.
Ketegasan
dalam mengambil keputusan
Dia harus memiliki kecerdasan dalam
mengambil keputusan sehingga dia mampu meyakinkan bawahannya dan mandukung
kebijakannya
8.
Kecerdasan
Seorang pemimpin harus mampu melihat dan
memahami sebab dan akibat suatu gejala, cepat menemukan jalan keluar dan
mengatasi kesulitan dengan cara yang efektif
9.
Keterampilan
mengajar
Seorag pemimpin adalah seorang guru yang
mampu memdidik, mengarahkan, dan memotivasi bawahannya
10.
Kepercayaan
Jika pemimpin disenangi maka akan muncul
kepercayaan dari bawahan,sesuai dengan obyektifitas nilai yang dimiliki dan
obyektifitas penilaian bawahan.
Tipe kepemiminan
Menurut kartini
kartono ada beberapa tipe kepemimpinan antara lain:
1.
Tipe
kharismatis : memiliki kekuatan energy, daya tarik yang luar biasa yang akan di
ikuti oleh para pengikutnya dan memiliki keistimewaan tertentu seperti kekuatan
gaib, manusia super, berani dsb.
2.
Tipe
paternalistis dan maternalistis : bersikap melindungi bawahan sebagai seorang
bapak atau seorag ibu yang penuh kasih sayang
3.
Tipe
militeristis : banyak menggunakan system perintah, system komando dari atasan
kebawahan, sifatnya keras sangat otoriter
4.
Tipe
otokratis : Berdasarkan pada kekuasaan dan paksaan yang mutlak harus dipatuhi,
berperan sebagai pemimpin tunggal
5.
Tipe
laissez fair : membiarkan bawahan berbuat semaunya sendiri, semua pekerjaan dan
tanggung jawab dilakukan oleh bawahan
6.
Tipe
populistis : Mampu menjadi pemimpin rakyat, berpegang pada nilai-nilai
masyarakat tradisional
7.
Tipe
administrative : Pemimpin yang mampu menyelenggarakan tugas-tugas administrasi
secara secara efektif,dan memunculkan perkembangan teknis, manajemen modern dan
perkembangan social.
8.
Tipe
demokratis : Tipe ini berorientasi pada manusia
dan memberikan bimbingan pada pengikutnya, lebih menekankan pada rasa
tanggung jawab dan kerjasama yang baik antar semua unsur
Keterampilan kepemimpinan (keith davis, 1981,127)
1.
Technical
skills : suatu kemampuan yang dimiliki oleh seorang pemimpin untuk melaksanakan
suatu pekerjaan.
2.
Human
skills : Kemampuan untuk bekerja sama dan membangun tim kerja bersama orang
lain
3.
Conceptual
skills (keterampilan konsep) : Mampu berfikir dan mengungkapkan pemikirannya
dalam bentuk model keragka kerja dan konsep-konsep lain.
Power
Power atau
kekuasaan adalah kemampuan untuk memengaruhi orang lain, dan ada beberapa tipe
kekuasaan (keith davis, 1981,132):
1.
Personal
power : juga disebut referent power atau charismatic power yaitu power yang
melekat pada diri pemimpin.
2.
Legitimite
power : kekuasaan yang datang karena pengangkatan dari institusi yang lebih
tinggi
3.
Expert
power : kekuasaan yang diperoleh oleh pemimpin karena dia mempunyai pengetahuan
dan keistimewaan tertentu, hal ini sangat dipengaruhi oleh pendidikan pemimpin,
pengalaman dsb
4.
Political
power : berasal dari penunjukan kelompok, pemimpin ini mampu bekerja sama
dengan kelompok-kelompok dalam masyarakat sehingga mengangkat dia menjadi
pemimpin.