Blogger Backgrounds

Disini

Tempat Mencorat-coret sebuah pikiran dan tafsiran dikala diam.

Selasa, 04 Maret 2014

Kampung Desa

02 Februari 2011


Kampung Desa

Kampung desa, awalnya mungkin aneh ketika kita mendengar bahwa ada nama sebuah tempat udah “kampung” ada “desa” lagi. Untuk beberapa orang yang baru mendengar tempat ini mungkin akan tertawa. Tapi ini adalah benar adanya, Kampung Desa yang berada di Kelurahan Duren Mekar Kecamatan Bojongsari Depok ini sudah ada sejak dulu. Warga Kampung Desa rata-rata merupakan asli pribumi dan untuk pendatang hanya sedikit. Walau kita mendengar bahwa ini adalah Kampung Desa, Kampung identik dengan daerah yang kumuh dan terbelakang tetapi nyatanya Kampung Desa tidak seperti itu. Lingkungan yang lumayan nyaman, asri walau kurang tertata rapi tapi sangatlah enak jika dilihat mata. Dan di Kampung ini berbagai tokoh juga banyak tidak hanya orang kota yang hebat, disini banyak orang-orang penting. Dari mulai tokoh agama,masyarakat bahkan sampai tingkat kota juga ada. Ciri khas dari Kampung ini mungkin salah satunya terkenal dengan “Rampak Bedug” yang sudah terkenal di luar. Disini juga terdapat wadah para pemuda yaitu HIPDA yang sering melakukan kegiatan baik bidang Agama maupun Nasional. Dalam wadah inilah semua pemuda dilatih menjalankan organisasi, kekompakan bahkan terkadang perselisihan bisa terjadi dialamnya. Tetapi semua itu tidak membuat para pemuda Kampung Desa pecah, mereka tetap bersatu. Ada juga beberapa para pemuda yang hobi dengan vespa dari berbagai macam vespa ada disini, dari yang biasa sampai yang luar biasa ada semua. Kreatifitas yang ada disini sangatlah baik menurut saya, kreatif dalam berbagai bidang ada disini. Kampung yang memiliki 4 RT ini memiliki kekhasan dalam tiap RT nya, terkadang dalam suatu acara antar RT ini diperlombakan tentu dalam hal positif demi kemajuan Kampung Desa.


Ya ini merupakan sebagian kecil tentang Kampungku yang biasa namun sangat luar biasa, semoga Kampungku akan terus maju dan kompak tanpa ada perselisihan.

Keorganisasian

Disampaikan di Mega Mendung, 05 Oktober 2013

A.    KEORGANISASIAN

1.      DEFINISI
Definisi organisasi Menurut Para Ahli ;
a.       George R. Terry
Pengorganisasian adalah membangun hubungan perilaku yang efektif antara orang-orang sehingga mereka dapat bekerja sama secara efisien dan dapat menghasilkan kepuasan pribadi dalam melakukan tugas-tugas yang dipilih di bawah kondisi lingkungan yang diberikan untuk mencapai beberapa tujuan yang objektif.
b.      Louis A. Allen
Kita dapat mendefinisikan Organisasi sebagai proses mengidentifikasi dan hubungan pengelompokan pekerjaan yang harus dilakukan, mendefinisikan dan mendelegasikan tanggung jawab dan wewenang, dan membangun tujuan yang memungkinkan orang untuk bekerja bersama-sama secara efektif dalam mencapai tujuan.
c.       James D. Mooney
Organisasi adalah bentuk setiap asosiasi manusia untuk mencapaian tujuan bersama.
d.      Menurut Pemateri (Rahmat Al Kafi)
Organisasi adalah sebuah wadah tempat berhimpun dan berkumpulnya manusia – manusia yang punya rasa yang sama (nasib, darah, hobby, kegemaran, ideology, dll.) yang kemudian berproses untuk mencapai tujuan yang di sepakati secara organisasi atau individu.

2.      TUJUAN
Tujuan organisasi akan di atur sesuai dengan bidang gerak organisasi tersebut, di lain hal yang perlu di pahami adalah apa tujuan individu dalam berorganisasi atau mengikuti sebuah organisasi. Tujuan umumnya antara lain;
a.       ingin mengembangkan diri.
b.      Karena sesuai dengan hobby atau kegemaran.
c.       Sama dengan ideologi atau pemahaman yang di bawa.
d.      Ingin punya banyak teman/jaringan luas.
e.       Ingin menjadi orang terkenal. (bagus citranya)
f.       Ingin melanjutkan perjuangan orang – orang sebelumnya (teman, saudara, orang tua dll.)
g.      Ingin punya banyak ilmu (menguasai) (sesuai dengan organisasi yang di ikuti).
h.      Gengsi diri.
i.        Ikut ajakan teman.
j.        Coba – coba.
k.      Dan banyak lagi (renungkan sendiri).

3.      FUNGSI
Dalam mencapai maksud dan tujuan organisasi, ada 4 (empat) fungsi organisasi yang sangat perlu diperhatikan, berkaitan dengan manajemen organisasi, yakni:
a.       Planning (perencanaan)
Hal yang berkaitan dengan perencanaan dalam organisasi diantaranya adalah rencana -rencana yang coba disusun oleh pengelola organisasi, seperti rencana kerja atau kegiatan serta anggaran yang diperlukan, teknis pelaksanaannya dapat di sepakati melalui rapat -rapat.
b.      Organizing (pengaturan)
Dalam hal pengaturan, unsur yang perlu diperhatikan & diwujudkan adalah :
-  Struktur Organisasi yang mampu menunjukkan bagaimana hubungan (relationship) kerja antara organisasi/bagian/seksi yang satu dengan yang lain.
-       Job Description (Deskripsi Kerja) yang mampu menjelaskan tugas masing-masing bagian/seksi 
-   Bentuk Koordinasi antar bagian dalam organisasi (misal. Rapat Koordinasi antar bagian, Rapat Pengurus, Rapat Anggota, dll)
-      Arsip & Inventaris Organisasi (administrasi organisasi) Harus diatur, didata dan ditata dengan baik. seperti surat masuk, surat keluar, laporan - laporan, proposal keluar, data anggota, dokumentasi kegiatan, AD/ART, GBHK, Absensi, hasil - hasil rapat, inventaris yang dimiliki, sirkulasi inventaris, buku sirkulasi keuangan dll.
c.       Actuating (Menggerakkan)
Menggerakkan (actuating) menurut Tery berarti merangsang anggota-anggota kelompok melaksanakan tugas-tugas dengan antusias dankemauan yang baik. Menurut Keith Davis, actuating adalah kemampuan membujuk orang-orang mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan dengan penuh semangat. Wujud kongkritnya adalah :
-          Menggerakkan Anggota untuk konsisten dalam menjalankan rencana-rencana organisasi
-          Realisasi Program Kerja yang telah disepakati bersama

d.      Controling (pengawasan)
Tugas organisasi ataupun pimpinan/Pengurus organisasi yang tidak boleh terlewatkan adalah melakukan pengawasan terhadap aktifitas organisasi ataupun realisasi kegiatan serta penggunaan anggaran. Pengawasan disini juga dimaksudkan pengawasan terhadap kondisi personal anggota. (sikap, perilaku, Konflik dll.)

4.      SYARAT
Empat syarat hidup organisasi:
-          Eksistensi. (Harus eksis)
-          Adaktif. (Mampu beradaptasi dengan lingkungan atau zaman)
-          Survive. (Bertahan hidup/menahan intervensi dari luar)
-          Dinamik. (Mampu berkembang dan berinovasi).

B.     KEPEMIMPINAN

1.      DEFINISI KEPEMIMPINAN
Ada beberapa definisi/pengertian kepemimpinan, antara lain:

a.       Tannebaum, Weschler and Nassarik
Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu.
b.      Shared Goal, Hemhiel & Coons
Kepemimpinan adalah sikap pribadi, yang memimpin pelaksanaan aktivitas untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
c.       Rauch & Behling
Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas kelompok yang diatur untuk mencapai tujuan bersama.
  
2.      PENGERTIAN PEMIMPIN
Pemimpin adalah pelaku utama sebuah proses organisasi. Sebuah organisasi memiliki pemimpin, entah ketua umum, ketua bidang/seksi dll. Kepemimpinan hanya dapat diterapkan oleh seorang pemimpin. Seorang pemimpin adalah seseorang yang mempunyai keahlian memimpin, mempunyai pengaruh.

3.      TUGAS DAN PERAN PEMIMPIN
Menurut James A.F Stonen, tugas utama seorang pemimpin adalah:
a.       Pemimpin bekerja dengan orang lain
Seorang pemimpin bertanggung jawab untuk bekerja dengan orang lain, salah satu dengan atasannya, staf, teman sekerja atau atasan lain dalam organisasi sebaik orang diluar organisasi.
b.      Pemimpin adalah tanggung jawab dan mempertanggungjawabkan (akuntabilitas).
Seorang pemimpin bertanggungjawab untuk menyusun tugas menjalankan tugas, mengadakan evaluasi, untuk mencapai outcome yang terbaik. Pemimpin bertanggung jawab untuk kesuksesan stafnya tanpa kegagalan.
c.       Pemimpin menyeimbangkan pencapaian tujuan dan prioritas
Proses kepemimpinan dibatasi sumber, jadi pemimpin harus dapat menyusun tugas dengan mendahulukan prioritas. Dalam upaya pencapaian tujuan pemimpin harus dapat mendelegasikan tugas-tugasnya kepada staf. Kemudian pemimpin harus dapat mengatur waktu secara efektif,dan menyelesaikan masalah secara efektif.
d.      Pemimpin harus berpikir secara analitis dan konseptual
Seorang pemimpin harus menjadi seorang pemikir yang analitis dan konseptual. Selanjutnya dapat mengidentifikasi masalah dengan akurat. Pemimpin harus dapat menguraikan seluruh pekerjaan menjadi lebih jelas dan kaitannya dengan pekerjaan lain.
e.       Pemimpin adalah seorang mediator
Konflik selalu terjadi pada setiap tim dan organisasi. Oleh karena itu, pemimpin harus dapat menjadi seorang mediator (penengah).
f.       Pemimpin adalah politisi dan diplomat
Seorang pemimpin harus mampu mengajak dan melakukan kompromi. Sebagai seorang diplomat, seorang pemimpin harus dapat mewakili tim atau organisasinya.
g.      Pemimpin membuat keputusan yang sulit
Seorang pemimpin harus dapat memecahkan masalah.

Menurut Henry Mintzberg, Peran Pemimpin adalah :
a.    Peran hubungan antar perorangan, dalam kasus ini fungsinya sebagai pemimpin yang dicontoh, pembangun tim, pelatih, direktur, mentor konsultasi.
b.             Fungsi Peran informal sebagai monitor, penyebar informasi dan juru bicara.
c.        Peran Pembuat keputusan, berfungsi sebagai pengusaha, penanganan gangguan, sumber alokasi, dan negosiator

4.      PRINSIP – PRINSIP DASAR KEPEMIMPINAN
Sebelum lebih jauh menjelaskan tentang prinsip – prinsip kepemimpinan, perlu dipahami adalah apa yang disebut dengan prinsip. Menurut Stephen R. Covey (1997), Prinsip adalah bagian dari suatu kondisi, realisasi dan konsekuensi. Mungkin prinsip menciptakan kepercayaan dan berjalan sebagai sebuah kompas/petunjuk yang tidak dapat dirubah. Prinsip merupakan suatu pusat atau sumber utama sistem pendukung kehidupan yang ditampilkan dengan 4 dimensi seperti; keselamatan, bimbingan, sikap yang bijaksana, dan kekuatan. Karakteristik seorang pemimpin didasarkan kepada prinsip-prinsip (Stephen R. Coney) sebagai berikut:
·         Seorang yang belajar seumur hidup
·         Berorientasi pada pelayanan
·         Membawa energi yang positif
Seorang pemimpin harus dapat menunjukkan energi yang positif, seperti ;
a.       Percaya pada orang lain
b.      Keseimbangan dalam kehidupan
c.       Melihat kehidupan sebagai tantangan
d.      Sinergi (kerja kelompok)
e.       Latihan mengembangkan diri sendiri
diperlukan materi; (8) pemahaman baru; dan (9) kembali menjadi diri sendiri lagi.

Menjadi pemimpin yang berprinsip dalam organisasi dibutuhkan sebuah pengalaman, karena seorang pemimpin tidak mungkin ketika lahir dari rahim ibunya langsung menjadi pemimpin yang berprinsip, pasti akan di perlukan proses pembelajaran dalam menjalani kehidupan. Teori – teori diatas bukan satu pedoman yang mesti di pakai dalam menggambarkan pemimpin dan kepemimpinan, karena ilmu pengetahuan akan terus berkembang yang kemudian akan menghasilkan perubahan –perubahan, atau juga akan di sesuaikan dengan kondisi dan realitas dimana tempat seseorang menjadi pemimpin.
Sebab-sebab munculnya pemimpin
1.      Teori genetis : Teori ini menyatakan bahwa pemimpin itu sudah ada bakat sejak lahir dan tidak dapat dibuat-buat, dia memang sudah ditakdirkan untuk menjadi pemimpin. Teori ini menganut pandangan deterministis (pandangan yang sudah ditentukan sejak dulu)
2.      Teori social : Teori ini menyatakan bahwa seorang pemimpin tidak dilahirkan akan tetapi seorang calon pemimpin dapat disiapkan, dididik, dan di bentuk agar dia menjadi pemimpin yang hebat dikemudian hari, setiap orang bisa menjadi pemimpin melalui pendidikan dan dorongan berbagai pihak
3.      Teori ekologis atau sintesis : Teori ini menyatakan bahwa seseorang akan sukses menjadi pemimpin apabila dia memang memiliki bakat-bakat pemimpin, kemudian bakat ini dikembangkan melalui pendidikan dorongan dan pengalaman yang akan membentuk pribadi sebagai seorang pemimpin.
Sifat-sifat pemimpin
1.      Energy jasmaniah dan mental
Seorang pemimpin memiliki daya tahan, keuletan, kekuatan yang luar biasa seperti tidak akan pernah habis, demikian juga dengan semangat dan motivasi kerja, disiplin, kesabaran dan daya tahan batin kemauan yang luar biasa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi
2.      Kesadaran akan tujuan dan arah
Memiliki keyakinan yang teguh akan kebenaran dan kegunaan dalam mencapai tujuan yang terarah
3.     Antusiasme
Dia yakin bahwa tujuan yang hendak dicapai akan memberikan harapan sukses dan membangkitkan semangat optimisme dalam bekerja
4.     Keramahan dan kecintaan
Sifat ramah memiliki kebaikan dalam mempengaruhi orang lain sehingga menimbulkan kasih sayag, simpati yang tulus, di ikuti dengan kesediaan berkorban untuk mencapai kesuksesan
5.      Integritas
Seorang pemimpin memiliki perasaan sejiwa dan senasib, integritas pribadi dan keluarga pemimpin menjadi tauladan
6.     Penguasaan taknis
Agar pemimpin mempunyai wibawa terhadap bawahan maka dia harus menguasai sesuatu pengetahuan atau keterampilan teknis
7.      Ketegasan dalam mengambil keputusan
Dia harus memiliki kecerdasan dalam mengambil keputusan sehingga dia mampu meyakinkan bawahannya dan mandukung kebijakannya
8.      Kecerdasan
Seorang pemimpin harus mampu melihat dan memahami sebab dan akibat suatu gejala, cepat menemukan jalan keluar dan mengatasi kesulitan dengan cara yang efektif
9.      Keterampilan mengajar
Seorag pemimpin adalah seorang guru yang mampu memdidik, mengarahkan, dan memotivasi bawahannya
10.  Kepercayaan
Jika pemimpin disenangi maka akan muncul kepercayaan dari bawahan,sesuai dengan obyektifitas nilai yang dimiliki dan obyektifitas penilaian bawahan.

Tipe kepemiminan
Menurut kartini kartono ada beberapa tipe kepemimpinan antara lain:
1.      Tipe kharismatis : memiliki kekuatan energy, daya tarik yang luar biasa yang akan di ikuti oleh para pengikutnya dan memiliki keistimewaan tertentu seperti kekuatan gaib, manusia super, berani dsb.
2.      Tipe paternalistis dan maternalistis : bersikap melindungi bawahan sebagai seorang bapak atau seorag ibu yang penuh kasih sayang
3.      Tipe militeristis : banyak menggunakan system perintah, system komando dari atasan kebawahan, sifatnya keras sangat otoriter
4.      Tipe otokratis : Berdasarkan pada kekuasaan dan paksaan yang mutlak harus dipatuhi, berperan sebagai pemimpin tunggal
5.      Tipe laissez fair : membiarkan bawahan berbuat semaunya sendiri, semua pekerjaan dan tanggung jawab dilakukan oleh bawahan
6.      Tipe populistis : Mampu menjadi pemimpin rakyat, berpegang pada nilai-nilai masyarakat tradisional
7.      Tipe administrative : Pemimpin yang mampu menyelenggarakan tugas-tugas administrasi secara secara efektif,dan memunculkan perkembangan teknis, manajemen modern dan perkembangan social.
8.      Tipe demokratis : Tipe ini berorientasi pada manusia  dan memberikan bimbingan pada pengikutnya, lebih menekankan pada rasa tanggung jawab dan kerjasama yang baik antar semua unsur

Keterampilan kepemimpinan (keith davis, 1981,127)
1.      Technical skills : suatu kemampuan yang dimiliki oleh seorang pemimpin untuk melaksanakan suatu pekerjaan.
2.      Human skills : Kemampuan untuk bekerja sama dan membangun tim kerja bersama orang lain
3.      Conceptual skills (keterampilan konsep) : Mampu berfikir dan mengungkapkan pemikirannya dalam bentuk model keragka kerja dan konsep-konsep lain.

Power
Power atau kekuasaan adalah kemampuan untuk memengaruhi orang lain, dan ada beberapa tipe kekuasaan (keith davis, 1981,132):
1.      Personal power : juga disebut referent power atau charismatic power yaitu power yang melekat pada diri pemimpin.
2.      Legitimite power : kekuasaan yang datang karena pengangkatan dari institusi yang lebih tinggi
3.      Expert power : kekuasaan yang diperoleh oleh pemimpin karena dia mempunyai pengetahuan dan keistimewaan tertentu, hal ini sangat dipengaruhi oleh pendidikan pemimpin, pengalaman dsb

4.      Political power : berasal dari penunjukan kelompok, pemimpin ini mampu bekerja sama dengan kelompok-kelompok dalam masyarakat sehingga mengangkat dia menjadi pemimpin.